selalu
selalu kau buat tetesan demi tetesan air mata yang membasahi wajah ini
tak pernah sadar, entah kapan berbeda
hanya luka yang kau ciptakan
tak ada yang lain
usai, semua telah berkhir dengan tangisan
namun kaupun tak pernah mengerti
intropeksi, aku ataupun engkau,
tak akan pernah mengerti
bagaimana rasanya
kedekatan antara "ayah dan anak"